REMAP ITU APA SIH?

 

Setahun belakangan di group IC MODIFICATION, sedang banyak dibahas tentang ECU remap. Banyak anggota INNOVA COMMUNITY yang beralih dari piggyback ke ECU remap. Sebenarnya apa sie ECU remap?.

“Pada dasarnya Remap ECU merupakan kalibrasi ulang atau setting ulang program ECU mobil”, Menurut Albert, tuner dari bengkel Alecon yang kebetulan juga salah satu anggota Innova Community .

Sebelum mengenal Remap atau beberapa orang menyebut Reflash, untuk setting ECU teman-teman IC biasa menggunakan piggyback , semacam ECU tambahan yang bekerja bersamaan dengan ECU kendaraan.  Piggyback yang biasa dipakai seperti  Dastek Unichip, emanage ultimate ataupun SAFC dan belakangan ini mulai banyak yang menggunakan Monmax.

Dikarenakan beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh Piggyback, salah satunya yaitu pada kondisi tertentu akan membuat peringatan Check Engine aktif. Saat ini banyak anggota INNNOVA COMMUNITY yang beralih ke remap ECU.

Remap ECU dan Piggyback pada dasarnya bekerja dengan cara yang sama, merubah parameter  ECU. Hanya saja pada piggyback kita memerlukan unit tambahan berupa piggybacknya sendiri. Piggyback bekerja dengan memanipulasi input ECU dari sensor ataupun output ECU. Sedangkan remap ECU, manipulasi data sudah dilakukan di dalam unit ECU nya sendiri, sehingga tidak memerlukan perangkat tambahan.

Karena remap dilakukan langsung ke ECU, parameter yang dapat di setting juga lebih banyak dan lebih luas jika dibandingkan dengan piggyback, sehingga resiko untuk check Engine semakin kecil. Kurang lebih hampir sama dengan apabila kita memasang stand alone ECU seperti MOTEC ataupun HALTECH.

Faktor Keamanan remap

Dari Segi hardware, remap akan jauh lebih aman dari piggyback, karena remap tidak perlu alat tambahan yang biasanya dipasang dengan cara jumper kabel ECU yang dapat menimbulkan resiko korslet atau sambungan putus, walaupun ada beberapa piggyback sudah menyediakan instalasi  socket to socket.

Dari segi Software, piggyback sedikit lebih aman, karena program di ECU tidak ada yang di utak-atik. Sedangkan remap, tuning langsung di chip EEPROM ECU, sehingga selalu ada resiko gagal. Kegagalan saat remap bisa berupa softbrick , berupa kegagalan proses load firmware bisa diatasi dengan cara reload firmware. Atau bisa juga berupa hardbrick, apabila remap mengakibatkan rusaknya chip EEPROM,  cara mengatasinya hanya dengan mengganti CHIP nya.

Untuk itu, bagi yang ingin melakukan remap, pastikan lakukan di bengkel  atau tuner  yang bersertifikat resmi, karena biasanya mereka sudah mendapatkan pelatihan dari penyedia alat remap. Dan juga pastikan keaslian software remap yang digunakan.

IC Racing team biasa melakukan remap dengan menggunakan Alientech Itali di Garage Autowerks, yang merupakan distributor resmi Alientech di Indonesia, sehingga keaslian dan keahlian tunernya sudah tidak diragukan lagi.

Kapan kita perlu remap

Pada prinsipnya, electronic tuning merupakan final tune, dilakukan pada tahap akhir tuning setelah mekanikal tune selesai dilakukan, agar bila nantinya ada rubahan lagi tidak perlu tuning ulang yang akan menambah biaya.

Berapa biayanya

Mayoritas bengkel-bengkel tuning, untuk remap mematok harga di kisaran 3,5 sampai dengan 4,5jt Rupiah untuk sekali tuning.  Apabila tuning dengan dyno, biasanya ada tambahan 1-1,5jt Rupiah.

Salah satu yang menurut saya sisi minus dari remap adalah dari segi biaya, kalau kita hitung secara ekonomis, misalkan kita pasang dastek unichip, unit 2nd dastek Q+ sekitar 5jt ditambah ongkos pasang dan tuning sekitar 2jt. Apabila mobil akan kita jual, dastek bisa kita pindah atau kita jual kembali, secara ekonomi kita hanya “rugi” 2 jt ongkos tuning. Sedangkan remap, hasil remap tidak bisa di pindah atau di tukar, kecuali kita pakai ECU sendiri yang khusus remap.

 

Jadi… pilih mana?mau remap atau piggyback?

 

Kalau kata orang Batak, “mobil aing kumaha aing” (mobil saya terserah saya)

 

Sampai sini dulu bahasan tentang remap.. nanti kita sambung lagi

Mang enthis undur diri, adios amigos. -490-

 

Advertisements

ADAKAH OLI PALSU?

Beberapa hari lalu, sempat ramai pembahasan tentang oli palsu di group modifikasi Innova mengenai olie palsu. benarkah ada palsu beredar di masyarakat?

Benar atau tidak, kebetulan saya sendiri belum pernah menemukan. Tapi rekan-rekan di beberapa forum diskusi dan group facebook otomotif pernah posting mengenai ini.

Gimana antisipasi nya supaya kita tidak kena oli palsu?

  1. pastikan segel dalam keadaan baik, belum rusak.
  2. tidak ada bekas tumpahan oli atau kebocoran, yang mengindikasikan rusaknya segel di dalam tutup kemasan.
  3.  untuk product fastron, di tutup botol dan leher botol itu tertera nomor batch (lasser maker) yang komposisi nomornya sama dan posisinya sama (tidak bergeser)

“sebaik nya beli oli Fastron di toko olie rekanan Pertamina atau oilmart, sehingga terjamin keasliaan” ujar Pakde Bambang dari Pertamina Lubricants.

Gimana dengan yang lain? silahkan coret-coret di kolom comment.

Mengenal DME, Bahan bakar Gas utk mesin Diesel

Dimethyl Ether (DME).

DME, yang memiliki formula kimia CH3OCH3, awalnya digunakan sebagai aerosol propellant pada produk-produk konsumer, seperti hairspray, paint spray, parfum, deodoran, dan insektisida. Gas ini tidak berbau, tidak berwarna, serta cukup mudah dalam memprosesnya ke dalam bentuk cairan.   DME juga menggantikan gas-gas CFC (untuk AC dan refrigerator) yang kini telah dilarang digunakan di banyak negara.  Yang menarik pada DME adalah potensinya sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermesin diesel, karena memiliki bilangan cetane 55-60, dibandingkan dengan minyak diesel/solar yang hanya 40-55. Dengan lebih tingginya bilangan cetane, DME mampu menggantikan minyak diesel/solar serta sekaligus menurunkan tingkat kebisingan suara mesin diesel menjadi sehalus suara mesin kendaraan bermotor yang menggunakan gasoline. Bila digunakan sebagai bahan bakar transportasi, DME menyebabkan emisi karbon monoksida (CO) 50% lebih rendah dari pada minyak diesel/solar; demikian juga dengan emisi  nitrogen oksida yang 90% lebih rendah.

Seperti pada liquefied petroleum gas (LPG, atau elpiji), DME berwujud gas pada temperatur dan tekanan normal, tetapi akan berubah menjadi cair apabila ditekan atau didinginkan.  Mudahnya proses pencairan DME membuatnya mudah juga dalam transportasinya  hingga ke pelosok-pelosok daerah dan mudah dalam penyimpanannya. Sifat tadi dan sifat lainnya, yaitu banyak mengandung oksigen, rendah kadar belerang atau kandungan NOx lainnya, serta pembakarannya yang bersih, membuat DME merupakan solusi yang menjanjikan sebagai  bahan bakar terbarukan yang bersih dan rendah karbon.

DME dapat diperoleh dari banyak sumber, termasuk material yang terbarukan seperti biomassa, sampah organik, dan produk pertanian.  Juga dapat diolah dari bahan bakar fossil, seperti batubara muda dan gas alam.

DME diproduksi sekurang-kurangnya dalam dua tahap. Pertama, hidrokarbon dikonversikan ke gas sintesis, sebuah kombinasi dari karbon monoksida dan hidrogen.  Kedua, gas sintesis tersebut kemudian dikonversikan ke DME, baik lewat methanol (proses konvensional) atau langsung dalam satu tahap saja.

Prospeknya sebagai pengganti LPG.

Berdasarkan pertimbangan akan sifatnya yang agak serupa dengan LPG dan biaya produksinya yang 20% lebih murah (Jakarta Globe, 24 Juni 2089), DME memiliki prospek yang sangat baik untuk menggantikan LPG impor dan domestik, yang juga berarti dapat mengurangi beban subsidi  Pemerintah.

Pemerintah perlu menggandeng sektor swasta untuk memproduksi DME secara besar-besaran agar dapat mengakhiri ketergantungan LPG dari luar.  Saat ini PT Pertamina bekerja sama dengan sebuah perusahaan minyak swasta, PT Arrtu Mega Energie (AME) untuk membangun sebuah pabrik di Peranap – Riau, dan Eretan – Jawa Barat dengan biaya US$ 1,9 milyar.  Pabrik di Riau akan memproses batubara kualitas low-grade menjadi methanol, yang kemudian diproses menjadi DME di pabrik Eretan.  Menurut Christoforus Richard, Presiden Direktur AME, kapasitas produksinya akan mampu mencapai 1,7 juta ton per tahun.  AME akan menguasai 80% saham di kedua pabrik tersebut dan sisanya merupakan saham PT Pertamina.

http://atmonobudi.wordpress.com/2011/07/05/produksi-segera-dimethyl-ether-dme-sebagai-pengganti-lpg/

 Di Indonesia penggunaan DME masih terbatas untuk penggunaan bahan propellant. Pemanfaatannya sedang dalam perencanaan untuk segera diimplementasikan sebagai bahan bakar sector rumah tangga, dan sector transportasi, tambah Oktaufik.

Menurutnya kendala yang ditemui dalam penggunaan DME adalah belum adanya harga penetapan. “Berdasarkan asumsi harga DME bisa lebih murah 20-50 persen harga LPG per kilogramnya,” ucapnya.

http://www.energitoday.com/2012/11/12/dimethil-ether-dme-energi-bersih-dan-bebas-emisi/

 

Sumber : Andy S (IC 225)

Makna Lampu Indikator Filter Solar

Lampu indikator yang menyala terus menerus adalah pertanda filter mobil anda mampet.

Jika nyalanya berkedip-kedip itu pertanda ada air di sedimenter.

Tulisan ini sekaligus koreksi tulisan saya sebelumnya

Tips saat ganti filter solar :

Bagian dalam rumah filter solar yg bagian bawah ada baiknya juga dibersihkan

Sebab jika banyak endapan dan dibiarkan, lalu saat filter solar yang baru terpasang, maka belum apa-apa filter sudah “mendapat tamu” nggak diundang

Kalau saya pribadi setiap ganti filter solar, bagian dalam rumah filter solar saya “cuci” (semprot) menggunakan degreaser water based, sampai bersih, setelah itu ditiupkan angin kompresor hingga kering, baru pasang filter. Dengan perlakuan ini selama 8 tahun saya tidak pernah sekalipun mengalami lampu filter menyala walau filter diganti selalu diantara 18 – 20.000 KM

Contributor : Andy S (IC 225)

Menghemat Konsumsi Bahan Bakar

Apakah konsumsi bahan bakar mobil anda boros? Bagaimana cara mobil kita bisa lebih hemat bahan bakar? Silahkan simak dan dicoba.

Apa saja penyebab borosnya bahan bakar? Rumus awam dari efisiensi konsumsi bahan bakar mobil adalah tenaga berbanding berat kendaraan.

Contoh :

Tenaga mobil 120 horse power (hp), bobot kendaraan 1200 kg, artinya setiap 1 hp harus menarik 10 kg beban. Agar memperoleh nilai yang lebih efisien dalam perbandingan tersebut dengan menaikan nilai hp atau menurukan bobot. Kurva efisiensi mirip seperti kurva distribusi normal dimana ada di suatu titik yang paling efisien dalam skenario rumus diatas.

1. Kondisi kerja mesin yang tidak optimal. Bisa karena kinerja part yang sudah tidak optimal atau karena kotor. Solusinya service berkala mobil, ganti part yang sudah tidak optimal (filter udara, filter oli, busi, dll). Gunakan pelumas sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pabrik atau spesifikasi yang lebih tinggi.

2. Penggunaan velg dan ban yang tidak sesuai standar spesifikasi. Pabrikan telah menghitung nilai efisiensi penggunaan ukuran velg dan ban. Ban dan velg ukuran standar pabrik memiliki nilai efisiensi yang paling tinggi. Tapak ban yang lebar akan memperbesar gaya gesekan ban dengan permukaan aspal sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih untuk menggerakan mobil. Tekanan angin yang kurangpun akan membuat mobil kita lebih berat dikendarai, yang artinya butuh tenaga lebih juga dari mesin. Tekanan ideal untuk menghemat bahan bakar disekitar 33-35 psi.

3. Perilaku pengendara yang agresif. Akselerasi atau percepatan kendaraan dengan cepat memerlukan pasokan bahan bakar yang banyak pula. Usahakan melakukan percepatan dengan perlahan-lahan, pertahankan RPM ideal sekitar 1500-2500 untuk mendapatkan nilai efisiensi.

4. Gunakan bahan bakar yang sesuai dengan anjuran pabrikan. Jenis bahan bakar yang tidak sesuai akan mengakibatkan pembakaran yang tidak sempurna dan tenaga yang dihasilkan pun tidak optimal.

5. Jaga bobot kendaraan. Coba kita lihat di bagasi mobil, di bangku belakang, apakah ada barang-barang yang selama 1 bulan kebelakang tidak pernah kita pergunakan? Artinya barang tersebut bisa disimpan di rumah saja. Kecuali barang yang akan digunakan paa kondisi darurat seperti dongkrak, segitiga pengaman, kotak P3K, perkakas standar, dll. Berat kendaraan akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang menyebabkan mesin harus menambah tenaga dan otomatis kaki kita harus menekan gas lebih dalam.

6. Gunakan performance part agar dapat menaikan hp. Penggunaan part yang tidak tepat atau untuk fashion semata-mata bisa membuat mobil tambah boros. Misalnya penggunaan knalpot yang bersuara cenderung membuat pengendara agresif karena suara yang keras ketika mobil digeber.

Sumber : Erwin Wangsamulja

Penyebab Boros & Ngelitik pada mobil berusia 4 tahun / lebih / yg Odometernya sudah banyak

Terkadang kita mengalami jika odometer mobil kita sudah menempuh jarak yang sangat jauh sekali atau usia mesin mobil kita sudah di atas 4 tahun, mesin menjadi lebih boros dan cenderung mudah ngelitik walaupun sudah kita Tune Up (setel klep / ganti busi / setel CO)

Ada apakah gerangan ?

Jawabannya adalah deposit senyawa karbon.

Deposit senyawa karbon yang terbentuk pada saluran Injector / Intake valve / ruang bakar memiliki implikasi negative terhadap kinerja mesin.

Deposit pada Injector menyebabkan proses pengabutan BBM terganggu.

Deposit pada ruang bakar menyebabkan volume ruang bakar menjadi sedikit mengecil, alhasil kompresi bisa menjadi sedikit naik.

Deposit pada Intake Valve, ini hal yg sgt krusial, banyak efek yang disebabkan oleh deposit di intake valve di luar dugaaan kita.

Deposit pada intake valve dapat menyebabkan perubahan AFR (Air Fuel Ratio) pada proses pembakaran, dimana deposit pada intake bekerja spt halnya “Spons”, dia menyerap uap BBM saat BBM disemburkan oleh Injector pada langkah hisap, sehingga campuran yg masuk ke ruang bakar menjadi sedikit “Lean” dan dia akan “melepaskan” deposit BBM saat mesin deselerasi / throttle off

http://findarticles.com/p/articles/mi_qa3828/is_200212/ai_n9150047/

The IVDs also act like a sponge, creating a delay in fuel control. This delay not only creates a temporary enleanment on acceleration but also causes a temporary enrichment on deceleration. When the throttle is closed, the intake manifold vacuum goes high, pulling the fuel out of the carbon sponge. This affects fuel control, potentially affecting catalytic converter diagnostics under OBD II.

Sebetulnya apa yang menyebabkan terjadinya akumulasi deposit bahan sistem bahan bakar dan mesin mobil bensin ?

Jawabannya : sebagian komposisi zat dari Gasoline itu sendiri

Olefin / Diolefin dan Aromatic yang terkandung pada Gasoline adalah salah 1 penyebab terbentuknya deposit, dimana zat zat tersebut memiliki thermal stability yg tidak begitu tinggi, dapat menjadi deposit jika terexpose suhu tinggi.

Komposisi tertentu pada pelumas juga dapat “membantu” menyebabkan deposit pada intake valve, masuk melalui “uap oli” lewat PCV valve pada valve cove, lalu masuk ke jalur intake.

Lalu bagaimana solusinya ?

Solusinya adalah melakukan proses pembersihan, baik pembersihan Injector / ruang bakar / intake valve.

Di pasaran teresedia puluhan macam obat pembersih, tetapi proses pembersihan yang paling efektif adalah proses pembersihan dengan proses yang langsung menuju daerah sasaran spt obat “Purging Injector” (Gasoline Injector Cleaner) dengan sistem langsung mengalir ke saluran fuel rail dan obat pembersih ruang bakar baik dengan sistem semprot ke intake maupun yang diinjeksikan masuk melalui lubang busi.

Untuk pembersihan intake valve yang efektif bisa dengan melepas intake manifold, injeksikan obat langsung ke intake port.

Untuk mesin-mesin modern dengan Catalytic Converter tidak disarankan obat pembersih ruang bakar sistem semprot ke intake saat mesin hidup & lebih disarankan obat dengan sistem dialirkan dengan selang kecil lewat lubang busi atau menuju Intake valve dan kemudian dihisap kembali, dimana proses dilakukan pada saat mesin mati.

Sumber : Andy S (IC 225)

Memeriksa kontaminasi / pencemaran pada bensin dengan cara sederhana

Test di bawah ini memang tidak bisa menjadi indikator kualitas bensin secara keseluruhan, tetapi setidaknya dapat membantu kita utk menganalisa ada / tidaknya faktor kontaminasi pada bensin.

Mengetes kontaminasi / pencemaran pada bensin dengan cara sederhana

  • Bersihkan mulut nozzle dispenser bensin di SPBU dari kotoran.
  • Gunakan kertas filter warna putih
  • Teteskan bensin dari nozzle pada kertas filter
  • Bensin akan menguap dalam 2 menit tanpa meninggalkan endapan pada kertas
  • Bila terdapat endapan, menandakan bahwa ada kontaminasi / pencemaran pada bensin. (Terkecuali sisa warna sedikit merah / biru / hijau pada kertas yang merupakan zat pewarna dari bensin)

Sumber : Andy S (IC 225)

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑